Tekanan Hidrostatis
Tekanan adalah gaya yang bekerja tegak lurus pada suatu
bidang per satuan luas bidang itu.
P =
tekanan (N/m2 = Pa)
F = gaya (N)
A = luas (m2)
Satuan tekanan yang lain adalah : atm
(atmosfer), cmHg, milibar (mb), dengan konversi :
·
1 bar = 105 Pa
·
1 atm = 1,01.105 Pa
= 75 cmHg
·
1 mb = 0,001
bar
Tekanan
hidrostatis adalah tekanan yang disebabkan oleh zat alir yangdiam. Zat alir yang bermassa m menekan dasar
bejana dengan gaya sebesar F = w = m.g = V.r.g. Gaya ini tersebar merata pada seluruh permukaan
dasar bejana. Karena zat alir dalam bejana diam dan melakukan gaya ke bawah
akibat berat zat alir.
Tekanan hidrostatis yang
dialami suatu titik pada kedalaman h dalam suatu fluida diam yang massa
jenisnya r adalah :
|
|
Ph = tekanan hidrostatis (Pa)
ñ = massa jenis fluida (kg/m3)
h = kedalaman fluida (m)Patm
Dengan demikian tekanan total yang dialami suatu titik pada kedalaman h di dalam fluida yang diam adalah tekanan hidrostatis ditambah tekanan akibat fluida lain yang di atasnya (dalam hal ini adalah berasal dari tekanan udara).
ñ = massa jenis fluida (kg/m3)
h = kedalaman fluida (m)Patm
Dengan demikian tekanan total yang dialami suatu titik pada kedalaman h di dalam fluida yang diam adalah tekanan hidrostatis ditambah tekanan akibat fluida lain yang di atasnya (dalam hal ini adalah berasal dari tekanan udara).
MASSA JENIS BENDA
Massa jenis suatu benda didefinisikan sebagai hasil bagi antara massa benda tersebut dengan volumenya.
Massa jenis relatif adalah hasil bagi
dari massa jenis bahan terhadap massa jenisair,
sehingga :
Bab
ini akan membahas lebih luas tentang kajian cabang ilmu pengetahuan ini dan bab
ini mencakup materi – materi :
1.
Fluida statik
2.
Fluida dinamik
Fluida Static
Sebelum
membahas mengenai konsep tekanan pada fluida statik , kita ingat kembali konsep
massa jenis.
Massa
jenis atau kerapatan suatu zat didefinisikan sebagai perbandingan massa dengan
volume zat tersebut. Secara matematis, massa jenis dirumuskan sebagai berikut :
Dimana
:
r
= massa jenis (Kg/m3)
M = massa benda (Kg)
V
= volume benda (m3)
Satuan
massa jenis dinyatakan juga dengan (gr / cm3)
Pada
tabel berikut ditunjukkan nilai massa jenis beberapa zat :
|
NO
|
NAMA ZAT
|
Massa Jenis (Kg/m3)
|
|
1
|
Air
|
1000
|
|
2
|
Alkohol
|
790,0900
|
|
3
|
Mercury
|
13600
|
|
4
|
Bensin
|
900
|
|
5
|
Zat padat
|
|
|
6
|
Aluminium
|
2700
|
|
7
|
Besi
|
7900
|
|
8
|
Emas
|
19300
|
|
9
|
Es
|
910
|
|
10
|
Perunggu
|
8500
|
|
11
|
Timah
|
11300
|
|
12
|
Tembaga
|
8900
|
|
13
|
Seng
|
7100
|
|
14
|
Gas
|
|
|
15
|
Amonia
|
0,771
|
|
16
|
Karbon dioksida
|
1,980
|
|
17
|
Karbon monoksida
|
1,250
|
|
18
|
Hidrogen
|
0,090
|
|
19
|
Helium
|
0,180
|
|
20
|
Neon
|
0,900
|
|
21
|
Nutrogen
|
1,250
|
|
22
|
Oksigen
|
1,430
|
|
23
|
udara
|
1,200
|
2.
Tekanan Hidrostatic
Fluida
yang berada dalam suatu wadah memiliki berat akibat pengarug grafmitasi bumi.
Berat fluida menimbulkan tekanan pada setiap bidang permukaan yang
bersinggungan dengannya.
Pada
dasarnya fluida selalu memberikan tekanan pada setiap bidang yang bersentuhan
dengannya. Besarnya tekanan bergabtung pada besarnya gaya dan luas bidang
tempat gaya bekerja.
Dalam
hal ini tekanan didefinisikan sebagai gaya yang bekerja tegak lurus pada suatu
bidang tiap satuan luas bidang tersebut. Secara sistematis tekanan dirumuskan
sebagai berikut.
Karena
dalam keadaan statik, air hanya melakukan gaya
berat sebagai akibat gaya grafitasi bumi, maka
Berdasarkan
persamaan massa jenis diperoleh
Sehingga
persamaan sebelumnya menjadi
Karena
V = Ah maka
Maka
:
Dimana
:
r
= massa jenis zat cair (Kg/m3)
g
= percepatan grafitasi bumi (m/s2)
h
= kedalaman zat cair diukur dari permukaan ke titik yang diberi tekanan (m)
P
= Tekanan Hidrostatis (N / m2)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar