PANDANGAN HIDUP
Setiap manusia memiliki pandangan hidup. Manusia itu sendiri pasti memiliki
pandangan hidup yang berbeda. Pandangan hidup juga bisa menentukan kehidupan di
masa depan. Menurut saya, Pandangan Hidup adalah suatu landasan yang
menjadi pegangan kita dalam menjalani kehidupan. Seperti mau menuju kemana sih
kita ini? Sebenernya apa tujuan hidup kita, cari jodoh? Jadi anak yang
berbakti? cari surga? Jadi orang sukses? Ha?!! (biasa aja keles mbak).
Kita di haruskan untuk memiliki prinsip hidup yang mana yang akan kita ambil kelak buat masa depan kita. Entah itu nanti akan menjadi awal yang baik atau buruk, intinya kita kan sudah mencoba~ (yo’i ga). Bisa belajar juga dari kesalahan. Contoh yang salah seperti, ergh gak dibilang salah juga sih, cuma kurang tepat dan kurang bener aja gitu buat masa depan kita. (wkwkw sama aja)
Kita di haruskan untuk memiliki prinsip hidup yang mana yang akan kita ambil kelak buat masa depan kita. Entah itu nanti akan menjadi awal yang baik atau buruk, intinya kita kan sudah mencoba~ (yo’i ga). Bisa belajar juga dari kesalahan. Contoh yang salah seperti, ergh gak dibilang salah juga sih, cuma kurang tepat dan kurang bener aja gitu buat masa depan kita. (wkwkw sama aja)
Indonesia! Ya! Negara tempat kita tinggal dan lahir, siapa sih yang tidak kenal Negara yang memiliki rempah-rempah paling dicari-cari? Maka sekarang kita sebagai masyarakat Indonesia harus tahu perkembangan dan apa dampak-nya bagi kita serta bagaimana cara menyikapinya.
Disini saya akan membahas, bagaimana pendapat
saya tentang dampak masuknya budaya luar atau kebarat-baratan di kalangan
masyarakat Indonesia.
Yang pertama menimbulkan perubahan dalam gaya hidup, yang mengarah kepada masyarakat yang konsumtif komersial. Masyarakat akan minder apabila tidak menggunakan pakaian yang bermerk (merk terkenal).
Kedua,sebagai sarana kompetisi yang menghancurkan. Proses globalisasi tidak hanya memperlemah posisi negara melainka juga akan mengakibatkan kompetisi yang saling menghancurkan. Katanya sih, tapi saya juga kurang paham dengan yang satu ini wkwk karna engga ngerti globalisasi, cuman paham sama apa yang terlihat di depan mata saja.
Ketiga, Sebagai pembunuh pekerjaan. Sebagai
akibat kemajuan teknologi dan pengurangan biaya per unit produksi, maka output mengalami
peningkatan drastis sedangkan jumlah pekerjaan berkurang secara tajam. Nah kalo
ini ada nih contoh nya di pabrik mana gitu, para pekerja di PHK lantaran bosnya
udah beli alat yang bisa gantiin pekerjaan manual para pekerja. Jadi bosnya
engga perlu ngegaji orang, Cuma nyediain listrik buat tu robot, kasian ya
mereka yang di PHK. Hiks.
Keempat, Sebagai imperialisme budaya. Proses
globalisasi membawa serta budaya barat, serta kecenderungan melecehkan
nilai-nilai budaya tradisional. Nah ini nih, seperti yang terjadi di kalangan
remaja era sekarang, 2017 tjoyy.
Di kehidupan Remaja masa sekarang sudah banyak perbedaan dengan kehidupan remaja 5 tahun yang lalu atau bahkan beribu-ribu taun lalu—hehe—. Dulu kehidupan seorang remaja, adalah belajar dan tidak tergantung dengan gadget. Semasa dulu saya tidak pernah liat anak SMP bergaya membawa sebuah gadget kemana pun kecuali Handpohone, ataupun anak SD.
Dulu dimana tidak ada yang namanya
tempat nongkrong di suatu supermarket, warung, pinggir jalan, ya anda tahulah
tak usah disebutkan. Dulu juga tidak ada anak smp laki-laki maupun perempuan
mengenal "rokok" hmm... Tetapi masa sekarang, di tahun 2017 ini,
kemajuan teknologi serta public place tepatnya disekitar jakarta, telah mempengaruhi
remaja masa kini. Saya sering melihat remaja SMP laki-laki maupun
perempuan tidak ada , atau tidak punya rasa malu menghisap rokok di tempat umum
sambil kumpul-kumpul bertawa ria. Atau bahkan anak SD sudah ada yang
seperti ini—hmmmsss—.
Perkembangan Zaman telah merubah segalanya sehingga BUDI PEKERTI seharusnya
lebih diperketat dalam pendidikan moral dan akhlak. Ada lagi nih yang lagi viral,
yang bener-bener viral, bahkan sampai masuk yucup. Gaya pacaran yang patut
dihapuskan!! Pentingnya nilai keagamaan, keimanan dan ketaqwaan kita terhadap
Tuhan Yang Maha Esa. Untuk yang imannya masih lemah, masih seuprit, masih
seupil segede biji zahra dilarang keras berpacaran. Karena resikonya cukup
gede. Melawan nafsu broohh~
Udah banyak yang enggak punya malu menunjukan kemesraan di khalayak umum,
OHMYY~~ ya menurut kitabku Al-Qur’an, pacaran juga dilarang, karna itu bagian
atau awal dari zina. Yang lagi virak nih brohh, di palembang, kissing di
jembatan iuhh weks, ngapa kaga mesen kamar gitu di hotel ato kontrakan kek,
heleh heleh. Dirajam terus di asingkan baru tau rasa kau ckck.
Yha bukan hanya negatifnya saja ada juga
dampak positifnya ya tho. Dalam bidang sistem teknologi, Ilmu Pengetahuan, dan
ekonomi. Lalu pergeseran struktur kekuasaan dari otokrasi
menjadi oligarki. Lalu dengan adanya yucup, instagram dan sosmed lainnya, kita
bisa memperkenalkan budaya kita yang sangat beranekaragam dari sabang sampai
merauke tetapi dengan semboyan bhineka tunggal ika. Tapi itu juga tergantung
bagaimana kita menyikapi budaya luar yang masuk ke Negeri tercinta kita ini kawaan..

Dari tulisan diatas. Saya dapat menyimpulkan
bahwa BUDI PEKERTI juga sangat
berperan dalam memilih seperti apa pandangan hidup kita dan berguna untuk mewujudkan ahlak moral generasi
muda untuk menjadi lebih baik dari pada masa sekarang yang saya lihat. cukup ironis pembacaa!! Huft. Ini lah yang harus di perjuangkan untuk masa
depan bangsa indonesia yang cerah gerakkanlah BUDAYA ANTI-KORUPSI jangan sampai
masalah ini membuat bangsa kita mundur. Cintai-lah Negara tercinta kita ini
kawaann~ Dankee...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar